Beranda » Blog » Tahap Pengolahan Limbah Cair Menggunakan Biofilter Aerob-Anaerob

Tahap Pengolahan Limbah Cair Menggunakan Biofilter Aerob-Anaerob

Proses pengolahan limbah dengan biofilter aerob-anaerob dimulai dengan mengalirkan air limbah ke bak pengendap awal.

Proses ini bertujuan untuk mengendapkan beberapa partikel seperti pasir, lumpur, dan kotoran organik yang tersuspensi.

Selain itu, bak tersebut juga berfungsi untuk mengontrol aliran, menguraikan senyawa organik yang berupa padatan, pengurai lumpur, dan penampung lumpur.

Air limpasan yang berasal dari bak pengendapan awal kemudian akan dialirkan dari atas ke bawah menuju bak kontraktor anaerob.

Bak kontraktor anaerob akan diisi dengan media berupa bahan plastik jenis sarang tawon.

Bak kontraktor anaerob ini terdiri dari 2 ruangan. Proses penguraian zat organik dalam limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik.

Setelah beberapa hari, akan muncul lapisan film mikro organisme pada permukaan media filter.

Mikro organisme tersebut akan menguraikan zat organik yang belum terurai di bak pengendap.

Air dari bak kontraktor anaerob selanjutnya dialirkan ke kontraktor aerob.

Di bak kontraktor aerob akan diisi media plastik tipe sarang tawon dan diaerasi dengan udara.

Jadi zat organik yang terdapat di limbah yang menempel dan tumbuh di permukaan media akan diuraikan oleh zat organik.

Jadi air limbah akan mengalami kontak dengan mikro organisme tersuspensi di air atau menempel di permukaan media.

Proses ini akan meningkatkan efisiensi penguraian detergen, zat organik, dan mempercepat proses nitrifikasi sehingga penghilangan amonia menjadi lebih efisien.

Proses tersebut juga sering disebut dengan Contact Aeration (Aerasi Kontak). Air dari bak aerasi akan dialirkan menuju bak pengendap air.

Di bak tersebut, lumpur akan diendapkan. Setelah itu lumpur tersebut akan dipompa ke inlet bak aerasi menggunakan pompa khusus.

Sementara itu, air limpasan dialirkan ke bak klorinasi.

Di bak kontraktor klor, air limbah mengalami kontak dengan senyawa klor yang kan membunuh mikro organisme patogen.

Air olahan atau air yang keluar dari proses klorinasi sudah dapat dibuang langsung ke saluran umum atau ke sungai.

Dengan proses kombinasi aerob dan anaerob, maka zat organik, amonia, fosfat, SS (padatan tersuspensi) detergen, dan zat lainnya akan menurun, sehingga lebih aman untuk lingkungan.

PT Pash Mitra Mandiri sebagai supplier bahan kimia yang akan memenuhi kebutuhan Anda.

Tinggalkan Balasan